Lowongan Kerja Pabrik Sepatu Bandung, Bagian apa saja ?
Pabrik sepatu bukan cuma sekadar tempat produksi, tapi sebuah sistem besar yang terdiri dari banyak bagian yang saling terhubung. Setiap divisi punya peran unik supaya sepatu yang diproduksi bisa nyaman dipakai, berkualitas, dan sampai ke tangan pembeli tepat waktu. Singkatnya, “teu aya nu bisa jalan sorangan” – semua bagian harus kerja sama. HRD (Human Resource…
Pabrik sepatu bukan cuma sekadar tempat produksi, tapi sebuah sistem besar yang terdiri dari banyak bagian yang saling terhubung. Setiap divisi punya peran unik supaya sepatu yang diproduksi bisa nyaman dipakai, berkualitas, dan sampai ke tangan pembeli tepat waktu. Singkatnya, “teu aya nu bisa jalan sorangan” – semua bagian harus kerja sama.
HRD (Human Resource Department)
Divisi HRD berfungsi sebagai pengatur sumber daya manusia. Mulai dari rekrutmen, orientasi karyawan baru, pengembangan keterampilan, sampai manajemen kinerja dan kompensasi. Tanpa HRD, suasana kerja bisa jadi amburadul karena mereka yang menjaga hubungan kerja tetap sehat dan produktif.
Tentang HRD juga bisa dibaca dari artikel kompas berikut https://karier.kompas.id/
Merchandising
Bagian ini ibarat “jembatan komunikasi” antara buyer dengan pabrik. Merchandising bertugas mengatur pesanan dari awal, memastikan bahan baku siap, membuat sample, berhubungan dengan tim produksi, hingga memberikan instruksi pengiriman. Bisa dibilang, mereka yang mengawal produk dari konsep sampai siap berangkat ke tangan pembeli.
Purchasing
Kalau butuh bahan, mesin, atau layanan lain, bagian inilah yang mengurus. Purchasing membuat rencana pembelian, menentukan kategori (jangka panjang, bulanan, atau just in time), dan meminta persetujuan manajemen. Jadi, semua kebutuhan produksi tetap terkontrol.
PPIC (Production Planning and Inventory Control)
Divisi ini mengatur perencanaan produksi sekaligus stok bahan baku. Mereka yang memastikan jadwal produksi berjalan sesuai target dan bahan tidak sampai kosong di tengah jalan. Dalam bahasa sederhananya, “ulah nepi ka bahan beak di tengah jalan produksi.”
Desain Sepatu
Sebelum sepatu diproduksi massal, tentu harus ada desainnya dulu. Tim desain membuat berbagai model, lalu diseleksi dan dibuatkan sample untuk buyer. Setelah disetujui, barulah dihitung kebutuhan bahan dan biaya produksinya.
Bagian Pola
Setelah desain jadi, tim pola bertugas menerjemahkannya ke bentuk nyata. Mereka membuat cetakan atau template dengan detail ukuran yang presisi supaya sepatu yang diproduksi sesuai harapan.
Gudang Material
Semua bahan baku seperti kain, kulit sintetis, sol, logam, atau tali disimpan dan dikelola di gudang. Bagian ini juga mengatur keluar masuk material agar tidak ada yang hilang atau kurang saat produksi.
Insole & Outsole
- Insole: bagian dalam sepatu yang bersentuhan langsung dengan telapak kaki. Kenyamanan sepatu sangat ditentukan oleh kualitas insole.
- Outsole: bagian paling bawah sepatu yang bersentuhan dengan tanah. Biasanya dibuat dengan teknik molding atau injection agar kuat dan tahan lama.
Cutting
Di sinilah bahan baku dipotong sesuai pola. Potongan-potongan itu kemudian disortir, dibundel, diberi label, lalu diteruskan ke bagian sewing.
Sewing (Menjahit)
Potongan bahan dijahit satu per satu menjadi bentuk upper sepatu. Proses ini memakan waktu lama karena butuh ketelitian tinggi. Hasilnya nanti akan menjadi bagian atas sepatu yang siap dirakit dengan bagian bawah.
Stockfit
Tahap ini menyatukan insole dengan outsole menggunakan lem atau teknik khusus. Hasil akhirnya adalah “bottom sepatu” yang sudah kokoh sebelum disatukan dengan bagian atas.
Assembling
Proses perakitan sepatu. Upper dan bottom digabungkan hingga membentuk sepasang sepatu utuh sesuai desain yang ditentukan.
Quality Control (QC)
Semua sepatu yang sudah jadi dicek kualitasnya. Mulai dari jahitan, bahan, warna, hingga kenyamanan. Tujuannya memastikan hanya sepatu terbaik yang dikirim ke pembeli.
Finishing
Pada tahap ini, sepatu diberi sentuhan terakhir: memasang tali, aksesori, atau detail tambahan sesuai permintaan buyer.
Packing
Sepatu yang sudah lolos QC dikemas ke dalam box atau dus sesuai ukuran, warna, dan model. Proses packing harus teliti supaya tidak tertukar antara sepatu kanan dan kiri.

Penutup
Itulah gambaran umum bagian-bagian penting dalam sebuah pabrik sepatu. Masih ada bagian pendukung lainnya, tapi inti dari produksi ada di sini. Dari HRD sampai packing, semua bekerja sama agar produk yang dihasilkan berkualitas tinggi.
Seperti kata pepatah Sunda, “Hiji leungeun moal bisa ngagulung kasur” – satu tangan saja tidak cukup. Begitu juga pabrik sepatu, keberhasilannya ada di kerja sama semua bagian.
Kita juga bisa loihat detail tentang pengerjaan sepatu di artikel Detail sepatu cibaduyut
