Heryawan Wajibkan PNS di Jabar Pakai Sepatu Dalam Negeri

Bandung – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan resmi mencanangkan Penggunaan Sepatu Buatan Indonesia di Jabar, di area parkir barat Gedung Sate, Jalan Cilamaya, Kamis (9/6/2011). Pasca dicanangkan Heryawan menyatakan PNS se-Jabar wajib setiap hari memakai sepatu buatan dalam negeri.

“Kalau di tingkat nasional diimbau menggunakannya hanya satu hari, di Jabar kita laksanakan setiap hari,” ujar Heryawan dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut Heryawan meminta kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Pergadangan Jabar Ferry Sofwan untuk segera mengeluarkan surat edaran bagi seluruh PNS se-Jabar.

“Mohon dalam waktu seminggu ini dikonsep dan diedarkan suratnya ke seluruh OPD agar diinformasikan ke PNS di dinasnya masing-masing,” ungkapnya.

Menurutnya kebijakan itu dilakukan untuk mendorong kemajuan industri sepatu di Jabar, khususnya Cibaduyut Bandung dan Ciomas Bogor sebagai penghasil sepatu terbesar saat ini.

“Dalam rangka membangun perekonomian, harus ada keberpihakan pada produk dalam negeri. PNS harus jadi contoh bagi masyarakat umum dalam memakai produk dalam negeri,” kata Heryawan.

Dalam kesempatan itu, Heryawan diberi sepasang sepatu dari salah seorang pengusaha sepatu Cibaduyut. Ia pun langsung melepas sepatu yang dikenakannya dan menggunakan sepatu yang baru diberi.

“Tuh, sepatu yang saya pakai juga buatan lokal, buatan Cibaduyut. Ini sekarang dikasih sepatu, ini bagus buat tinjauan ke lapangan,” tutur Heryawan sambil memperlihatkan sepatu dengan tinggi sebetis itu.

Setelah itu, Heryawan sempat melihat-lihat stand penjualan sepatu di lokasi dan berbincang-bincang dengan para penjual.

(ors/ern)

Sumber: http://bandung.detik.com/read/2011/06/09/150826/1656809/486/heryawan-wajibkan-pns-di-jabar-pakai-sepatu-dalam-negeri?881104485

Ketahuan Pakai Sepatu Impor, PNS Jabar Harus Push Up 200 Kali

Bandung – Setelah melaunching Penggunaan Sepatu Buatan Indonesia hari ini, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan PNS harus memakai sepatu produk dalam negeri saat bertugas. Jika ketahuan ada PNS memakai sepatu impor, akan dihukum untuk push up 200 kali. “Saya kasih toleransi sebulan agar pimpinan OPD memeriksa PNS di dinasnya masing-masing. Nanti sebulan lagi saat upacara pagi, akan saya panggil acak PNS dan disuruh buka sepatu. Kalau sepatunya ketahuan buatan luar negeri, push up 200 kali,” kata Heryawan. Hal itu dikemukakan Heryawan saat melaunching Penggunaan Sepatu Buatan Indonesia di area parkir barat Gedung Sate, Jalan Cilamaya, Kamis (9/6/2011). Menurutnya, keberpihakan pemerintah pada barang dalam negeri caranya memang harus dipaksakan. “Dengan cara seperti ini, kita mengajak semua orang, khususnya PNS untuk memiliki keberpihakan pada masyarakat,” ungkapnya. Disinggung seriuskah hukuman tersebut, Heryawan mengiyakannya. “Saya serius. PNS kan punya banyak uang, untuk beli sepatu masak enggak bisa,” tegasnya. Namun ia meminta para pengrajin sepatu untuk menjaga, bahkan meningkatkan kualitas produknya. Hal itu agar produknya bisa bersaing dengan sepatu impor. Apalagi saat ini barang buatan Cina bebas masuk ke Indonesia dan memiliki harga murah. “Semua kelemahan harus dibenahi. Produsen sepatu dalam negeri juga harus membuat sepatu berkualitas tapi dengan harga yang mampu bersaing dengan produk luar, khususnya produk Cina,” jelas Heryawan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Fery Sofwan mengatakan sudah menyebarkan informasi di mana saja bisa memperoleh sepatu berkualitas, khususnya Cibaduyut Bandung dan Ciomas Bogor. “Kami sudah mendata dan menyampaikannya ke masing-masing kepala daerah dan dinas se-Jabar. Dengan seperti ini, diharapkan ada peningkatan penjualan sepatu produk dalam negeri serta bisa memajukan perekonomian masyarakat,” tandas Ferry. (ors/ern)

Sumber:

http://bandung.detik.com/read/2011/06/09/160532/1656951/486/ketahuan-pakai-sepatu-impor-pns-jabar-harus-push-up-200-kali?991101mainnews