Sepatu Indonesia Siap Tembus Pasar AS

Kerja sama baru pada tahap antar asosiasi produsen sepatu antar kedua negara.

Selasa, 21 Juni 2011, 15:40 WIB

Syahid Latif, Ronito Kartika Suryani

Sepatu unik berbahan batik (VIVAnews/ Febry Abbdinnah)

VIVAnews – Melihat potensi ekspor sepatu buatan Indonesia yang cukup tinggi, produsen sepatu asal Amerika Serikat tidak malu-malu menjalin kerja sama dengan sejumlah produsen sepatu nasional.

Bahkan, produsen sepatu AS berencana memberikan pelatihan untuk membantu aspek teknis pengembangan sepatu yang sesuai dengan kebutuhan negara Paman Sam tersebut.

Rencana itu muncul setelah dibuatnya kesepakatan kerja sama antara Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) dengan Footwear Distributors and Retailers of America (FDRA).

“Kerja sama ini baru terjadi antar asosiasi. Ke depan, akan ada kerja sama antar pemerintah,” kata Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar, dalam keterangan pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, 21 Juni 2011.

Mahendra mengatakan, pemerintah berjanji akan memfasilitasi kerja sama antar asosiasi ini, sehingga bisa berjalan dengan sukses.

Rencananya, kerja sama di antara kedua asosiasi persepatuan dari dua negara tersebut meliputi empat hal. Pertama, pihak Indonesia akan menawarkan pabriknya sebagai penyalur untuk sepatu asal AS. Kedua, Indonesia akan memperoleh kesempatan memasarkan produk sepatunya dengan menggunakan merek Indonesia di negara AS.

Selama ini, nama Indonesia sudah dikenal sebagai penjahit sepatu yang berkualitas.

Bentuk kerja sama ketiga, adalah FDRA berjanji untuk memberikan bantuan teknis kepada produsen sepatu nasional. Dalam kerja sama ini, pihak AS juga bakal membantu menginventarisasi permintaan sepatu dari konsumen di AS, bahan baku apa yang bisa didatangkan dari AS, dan pengembangan mutu.

Kerja sama terakhir adalah AS berkomitmen mengirimkan ahli-ahli yang bisa membantu pengembangan sepatu di Indonesia.

Ketua Aprisindo, Edy Widjanarko, mengatakan produksi sepatu nasional saat ini sudah mendapat perhatian di seluruh dunia. Hal itu terlihat dari terus meningkatnya pengiriman sepatu untuk tujuan ekspor.

Aprisindo mencatat, ekspor sepatu selama 2010 meningkat sebesar 27 persen dibanding 2009. Sementara itu, pada tahun ini, Aprisindo menargetkan ekspor sepatu meningkat 30 persen.

“Untuk Januari tahun lalu, ekspor meningkat 140 persen dan per Februari 148 persen. Jadi, total ekspor sepatu selama dua bulan tahun lalu itu meningkat 146 persen,” ungkap Edy. (art)

• VIVAnews

http://bisnis.vivanews.com/news/read/228254-sepatu-ri-siap-tembus-pasar-as

Heryawan Wajibkan PNS di Jabar Pakai Sepatu Dalam Negeri

Bandung – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan resmi mencanangkan Penggunaan Sepatu Buatan Indonesia di Jabar, di area parkir barat Gedung Sate, Jalan Cilamaya, Kamis (9/6/2011). Pasca dicanangkan Heryawan menyatakan PNS se-Jabar wajib setiap hari memakai sepatu buatan dalam negeri.

“Kalau di tingkat nasional diimbau menggunakannya hanya satu hari, di Jabar kita laksanakan setiap hari,” ujar Heryawan dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut Heryawan meminta kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Pergadangan Jabar Ferry Sofwan untuk segera mengeluarkan surat edaran bagi seluruh PNS se-Jabar.

“Mohon dalam waktu seminggu ini dikonsep dan diedarkan suratnya ke seluruh OPD agar diinformasikan ke PNS di dinasnya masing-masing,” ungkapnya.

Menurutnya kebijakan itu dilakukan untuk mendorong kemajuan industri sepatu di Jabar, khususnya Cibaduyut Bandung dan Ciomas Bogor sebagai penghasil sepatu terbesar saat ini.

“Dalam rangka membangun perekonomian, harus ada keberpihakan pada produk dalam negeri. PNS harus jadi contoh bagi masyarakat umum dalam memakai produk dalam negeri,” kata Heryawan.

Dalam kesempatan itu, Heryawan diberi sepasang sepatu dari salah seorang pengusaha sepatu Cibaduyut. Ia pun langsung melepas sepatu yang dikenakannya dan menggunakan sepatu yang baru diberi.

“Tuh, sepatu yang saya pakai juga buatan lokal, buatan Cibaduyut. Ini sekarang dikasih sepatu, ini bagus buat tinjauan ke lapangan,” tutur Heryawan sambil memperlihatkan sepatu dengan tinggi sebetis itu.

Setelah itu, Heryawan sempat melihat-lihat stand penjualan sepatu di lokasi dan berbincang-bincang dengan para penjual.

(ors/ern)

Sumber: http://bandung.detik.com/read/2011/06/09/150826/1656809/486/heryawan-wajibkan-pns-di-jabar-pakai-sepatu-dalam-negeri?881104485

Ketahuan Pakai Sepatu Impor, PNS Jabar Harus Push Up 200 Kali

Bandung – Setelah melaunching Penggunaan Sepatu Buatan Indonesia hari ini, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan PNS harus memakai sepatu produk dalam negeri saat bertugas. Jika ketahuan ada PNS memakai sepatu impor, akan dihukum untuk push up 200 kali. “Saya kasih toleransi sebulan agar pimpinan OPD memeriksa PNS di dinasnya masing-masing. Nanti sebulan lagi saat upacara pagi, akan saya panggil acak PNS dan disuruh buka sepatu. Kalau sepatunya ketahuan buatan luar negeri, push up 200 kali,” kata Heryawan. Hal itu dikemukakan Heryawan saat melaunching Penggunaan Sepatu Buatan Indonesia di area parkir barat Gedung Sate, Jalan Cilamaya, Kamis (9/6/2011). Menurutnya, keberpihakan pemerintah pada barang dalam negeri caranya memang harus dipaksakan. “Dengan cara seperti ini, kita mengajak semua orang, khususnya PNS untuk memiliki keberpihakan pada masyarakat,” ungkapnya. Disinggung seriuskah hukuman tersebut, Heryawan mengiyakannya. “Saya serius. PNS kan punya banyak uang, untuk beli sepatu masak enggak bisa,” tegasnya. Namun ia meminta para pengrajin sepatu untuk menjaga, bahkan meningkatkan kualitas produknya. Hal itu agar produknya bisa bersaing dengan sepatu impor. Apalagi saat ini barang buatan Cina bebas masuk ke Indonesia dan memiliki harga murah. “Semua kelemahan harus dibenahi. Produsen sepatu dalam negeri juga harus membuat sepatu berkualitas tapi dengan harga yang mampu bersaing dengan produk luar, khususnya produk Cina,” jelas Heryawan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Fery Sofwan mengatakan sudah menyebarkan informasi di mana saja bisa memperoleh sepatu berkualitas, khususnya Cibaduyut Bandung dan Ciomas Bogor. “Kami sudah mendata dan menyampaikannya ke masing-masing kepala daerah dan dinas se-Jabar. Dengan seperti ini, diharapkan ada peningkatan penjualan sepatu produk dalam negeri serta bisa memajukan perekonomian masyarakat,” tandas Ferry. (ors/ern)

Sumber:

http://bandung.detik.com/read/2011/06/09/160532/1656951/486/ketahuan-pakai-sepatu-impor-pns-jabar-harus-push-up-200-kali?991101mainnews

Jumat sebagai Hari Sepatu Nasional

ESTER MERYANAHari Jumat sebagai hari pemakaian sepatu produksi nasional, batik, hingga kain nasional.

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu resmi mencanangkan hari Jumat sebagai Hari Sepatu Nasional pada hari ini, di Kementerian Perdagangan, Rabu (9/3/2011). Sebelumnya, Mari telah menyampaikan kebijakan ini saat pemaparan kondisi ekspor dan impor non-migas pada Rabu (2/3/2011).

“Ini merupakan suatu program wujud nyata ‘Aku 100 Persen Cinta Indonesia’ yang telah dicanangkan pada Desember 2009 pada Hari Ibu,” ujar Mari.

Pemakaian sepatu produksi dalam negeri ini menjadi bagian dari kampanye Aku Cinta Indonesia yang dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan citra positif produk-produk Indonesia di mata masyarakat.

Senada dengan yang dikatakan Mari, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menyatakan, pemikirannya sederhana saja bahwa masyarakat dan penduduk Indonesia sudah masuk ke tingkat pendapatan per kapita 3.000 dollar AS.

“Masyarakat yang sudah berpendapatan segitu sudah tidak lagi pengeluarannya ke makanan, ke produk-produk lain. Maka kita melihat produk dengan kualitas tinggi sudah saatnya kita produksi,” papar Mahendra.

Menurutnya, ironis jika melihat pengeluaran yang besar untuk produk luar negeri tapi jika produk dalam negeri tidak mau. Jadi tidak konsisten. “Kita harus bangga dengan produk produksi Indonesia,” katanya.

“Belajar dari pengalaman batik dan busana nasional, Jumat dikumandangkan sebagai Hari Sepatu Nasional. Selain meningkatkan ekspor, cinta produk Indonesia juga penting, jadi kedua ini harus menang,” kata Mahendra.

Dalam rangkaian acara pencanangan juga dilakukan penandatanganan MOU Indonesia Pintar dan Indonesia Kreatif dengan Ketua SIGIB Okke Hatta Rajasa. Juga MOU Apresindo (Asosiasi Persepatuan Indonesia) dengan Koperdag (Koperasi Kementerian Perdagangan), yang meliputi 22 merek sepatu.

Sumber:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/09/10023828/Jumat.sebagai.Hari.Sepatu.Nasional